Latest Posts

Thursday, July 11, 2013

Sudah lazim, ibarat jamur yang tumbuh bermusim, Di bulan Puasa atau bulan Ramadhan, banyak bermunculan penjual menu buka puasa dadakan di jalan-jalan di dimana-mana. Mungkin inilah di antara keberkahan bulan Ramadhan yang di rasakan masyarakat muslim hampir merata di berbagai daerah.

Sore hari di bulan ramadhan memang adalah waktu yang banyak digunakan masyarakat terutamanya yang muslim dalam berpuasa untuk jalan-jalan sore atau "ngabuburit". Tak terkecuali orang dewasa maupun anak-anak, semua senang berjalan berkeliling baik yang dengan sengaja untuk berbelanja, maupun yang sekedar iseng jalan-jalan.

Kemeriahan dan keramaian itu terasa begitu semarak, walau kadang yang berjualan malah seperti jumlahnya melebihi atau menyamai yang berjualan daripada yang belanja. Kadang kemeriahan itu pula berlanjut dengan acara buka bersama. Hal itu tidak masalah. Sayangnya adalah sibuk mencari uang dengan berjualan menu buka puasa "pabukoan" hingga berbuka di sana, malah acara buka bersama, namun lupa sembahyang magrib.

Jualan Menu Buka Puasa Jangan Sampai Lupa Sholat

Sudah lazim, ibarat jamur yang tumbuh bermusim, Di bulan Puasa atau bulan Ramadhan, banyak bermunculan penjual menu buka puasa dadakan di jalan-jalan di dimana-mana. Mungkin inilah di antara keberkahan bulan Ramadhan yang di rasakan masyarakat muslim hampir merata di berbagai daerah.

Sore hari di bulan ramadhan memang adalah waktu yang banyak digunakan masyarakat terutamanya yang muslim dalam berpuasa untuk jalan-jalan sore atau "ngabuburit". Tak terkecuali orang dewasa maupun anak-anak, semua senang berjalan berkeliling baik yang dengan sengaja untuk berbelanja, maupun yang sekedar iseng jalan-jalan.

Kemeriahan dan keramaian itu terasa begitu semarak, walau kadang yang berjualan malah seperti jumlahnya melebihi atau menyamai yang berjualan daripada yang belanja. Kadang kemeriahan itu pula berlanjut dengan acara buka bersama. Hal itu tidak masalah. Sayangnya adalah sibuk mencari uang dengan berjualan menu buka puasa "pabukoan" hingga berbuka di sana, malah acara buka bersama, namun lupa sembahyang magrib.

Monday, July 8, 2013

Suatu amalan dinilai niatnya. Amalan tanpa niat tak akan dinilai. Pentingnya niat dalam melaksanakan berbagai amalan. Niat pula yang menentukan apakah suatu amal akan mendapat pahala atau sia-sia. Puasa Ramadhan adalah ibadah tahunan, sudah tentu seharusnya niatnya yang baik dan banyak.

Puasa Orang Soleh

Setiap ibadah mesti disertai dengan ruh ibadah. Ruh adalah nyawa atau jiwa. Tanpa ruh atau tanpa nyawa, tubuh/badan menjadi bangkai. Begitu pula Ibadah yang tidak disertai ruh ibarat bangkai. Sedangkan ibadah adalah hadiah seorang hamba kepada Tuhannya. Allah tidak memandang rupa lahir atau wajah ibadah kita. Allah memandang hati dan ruh kita.

Begitu juga puasa. Puasa tanpa roh, hanya dapat lapar dan dahaga saja. Allah tidak akan beri pahala. Tuhan tidak beri nilai. Apa mungkin kita akan menghadiahkan Allah bangkai. Mau memberi hadiah kepada manusia barang yang murah saja kita merasa bersalah, apalagi bangkai yang najis dan berulat. Tetapi itulah yang kita hadiahkan kepada Allah yang Maha Mulia.

Si hamba yang Maha Hina Dina ini menghadiahkan bangkai yang amat busuk kepada Tuhannya yang Maha Agung. Kemudian tidak merasa bersalah pula, karena ibadah tanpa ruh. Malah merasa kita telah beribadah. Kita sudah menunaikan tuntutan. Kita sudah merasa telah beramal. Kita merasa telah berbuat. Alangkah biadabnya kita. Tak pandai berperasaan terhadap Tuhan. Sedangkan Tuhan mau kita mengekalkan rasa diri hina, rasa diri hamba yang lemah, berdosa, serba kekurangan. Rasa ibadah kita tak sempurna. Entah diterima atau tidak olehNya.

Kita hendak meniru puasa Wali Allah, Kita nak puasa seperti puasa Abuya. Puasa Abuya adalah puasa rasa. Rasa hamba. Membawa perasaan seorang hamba dan kekal berperasaan begitu. Abuya rasa semua ibadahnya sepanjang Ramadhan tidak sah. Anehnya, semua ibadahnya sah, tapi Abuya rasakan ia tidak sah. Abuya terlalu merasa hamba
Rasa tak memberi apa-apa kepada Allah. Abuya rasa bersalah pada Tuhan. Sampai Abuya kata dalam nasyid : ‘Aku benci diriku ... Untuk mendapat puasa Abuya, kita kena dengar selalu nasyid ini.


Abuya rasa ibadahnya tak sah, Abuya rasa bersalah, rasa resah dan gelisah, rasa hilang bahagia. Abuya rasakan puasanya tak betul, tak layak diberi pada Allah. Sebab Abuya sangat kenal Allah. Abuya rasakan kualitas puasanya tak layak dengan keagungan Tuhan.

Hasilnya Abuya rasa takut sangat pada Allah. Setiap hari semakin kenal, semakin faham dan semakin takut kepada Allah. Namun dalam masa yang sama, rasa sayang dan cinta padaNya sebab Allah selalu memberi harapan padanya.
Ya Allah rezkikan kami puasa Abuya, puasa yang mampu melahirkan peribadi ‘Pemburu Akhirat’ yang kerananya Allah akan serahkan bumi ini padanya. Para sahabat kerana menjadi pemburu akhirat 3/4 dunia diIslamkan dan jadi milik Islam. Kita pula dijanjikan akan dapat Islamkan dunia seluruhnya di akhir zaman buat kali ke 2.

Di bulan Ramadhan yang Allah muliakan, bulan untuk bertaqwa, puasa buatkan kita makin takut dan cinta pada Allah. Puasa di bulan Ramadhan akan membuatkan seseorang bertambah lagi rasa hamba. Sebab apa? Sebab puasa itu adalah suatu perintah Allah sepertu sembahyang. Seseorang bila melakukannya, hasil sembahyang orang akan merasa hamba. Tenggelam dalam kebesaran Allah. Begitulah hasil puasa dengan melaksanakan pengorbanan, tidak makan minum, mujahadatunafs dll, manusia merasa apa yang dipersembahkan tak sepatutnya dibuat begitu. Dia sepatutnya dalam keadaan membesarkan Allah. Tetapi apa yang berlaku, dia selalu lalai.

Dalam puasa seseorang takut kepada Allah. Tapi selesai puasa hamba terduduk dan berkata, ini sajalah yang mampu aku buat, rasa bersalah, rasa sangat hamba, rasa takut kerana apalah yang Allah nak buat dengan puasa ni?!. Sama seperti sembahyang, diterima atau ditolak. Dilempar ke muka seperti kain buruk atau dijunjung penuh kemuliaan. Ke syurga atau ke neraka? Rasa perasaan tidak sempurna, lemahnya, hinanya. Begitulah Abuya, dia rasa memberikan sesuatu yg tidak sah, tidak layak sedangkan Allah Maha  Mulia.

Puasa Abuya yang hebat membentuk rasa hamba yang tinggi pada Abuya. Tapi dalam masa yang sama, Abuya rasa ia tidak sah. Itulah sumber rasa hamba. Ada membaca Al Quran, orang yang membaca merasa mendapat taqwa. Abuya rasa, dia baca dapat kelalaian. Rasa kurang ajar dengan Al Quran. Al Quran terlalu besar, terlalu hebat. Datang kepada Nabi yang Agung. Tapi datang kepada Abuya, pada Abuya seperti kera dapat bunga. Tak pandai menghargai Al Quran. Begitu juga sembahyang tarawih, bila selesai saja tarawih, Abuya rasa tak betul, tak guna, tak sah.

Gabungan seluruh rasa hamba dalam bulan Ramadhan akhirnya seorang hamba akan berteleku karena terlalu takut dan cinta pada Tuhannya. Rasa diperhatikan dan diawasi. Hidup tidak lagi bebas dari penglihatan Allah. Rasa tak pernah sendirian, karena rasa ada Allah, ada Rasul. Makin takut dan cintanya pada Allah melalui Ramadhannya. Itulah hatinya telah hijrah ke Akhirat.

Perasaan itu menjadikan dia sangat menginginkan berada bersama-sama dengan Allah dan orang-orang (Wali) Allah. Sedangkan mereka semua sudah berada di Akhirat. Berlakunya proses rasa hamba membawa kita ke Akhirat adalah karena mursyid berperanan pada roh. Dia akan terbawa ke akhirat karena semua yang ditakuti dan dirindui ada di Akhirat. Mari kita usaha sebelum sampai Akhirat kita dah mesra dengan Akhirat. Ramadhan ini kita cakap tentang puasa Abuya dan pemburu akhirat.

Rasa ingin bertemu Tuhan dan orang-orang Tuhan. Rasa berkeinginannya hendak bertemu Rasulullah tak putus-putus, sangat diidamkan, sangat hendak segera mati agar dapat bertemu Rasulullah, kekasihnya. Agar dapat melihat Allah, kemuncak segala nikmat.

Lihatlah para Sahabat, cinta dan rindu mereka pada Rasulullah membuatkan mereka teringat akhirat. Sahabat menangis merindui akhirat. Menunggu hari kematian penuh rindu kerana ada yg menunggu di sana iaitu Rasulullah saw. Rasulullah sedang menunggu-nunggu mereka.

Kalau dipupuk hati ini, nanti akan rasa rindu dan menangis untuk ke sana, lebih dari tangiskan dunia. Pupuk ibadah, pakej, selawat kita nanti kita akan menangis rindukan akhirat. Nanti bila sampai, kita akan berkata: ‘Ruginya, kenapa baru sekarang sampai, kenapa tak dari lama lagi….
Nabi Muhammad menunggu kita di sana, dengan pakaian, rumah, makanan, kenderaan dll yang ‘ma la ainun roat, wala uzunun sami’at, wa la khotoro ‘ala qalbi basyar’. tak kan tak rindu? Sahabat menangis nak ke sana…

Ya Allah, jadikan kami Pemburu Akhirat. Berilah kami subsidi roh di akhir Ramadhan ini. Layakkan kami menjadi orangMu. Amin…

Mix editer from Source: http://anjangmuor.wordpress.com/tag/puasa-abuya/

Niat dan Ruh Puasa

Suatu amalan dinilai niatnya. Amalan tanpa niat tak akan dinilai. Pentingnya niat dalam melaksanakan berbagai amalan. Niat pula yang menentukan apakah suatu amal akan mendapat pahala atau sia-sia. Puasa Ramadhan adalah ibadah tahunan, sudah tentu seharusnya niatnya yang baik dan banyak.

Puasa Orang Soleh

Setiap ibadah mesti disertai dengan ruh ibadah. Ruh adalah nyawa atau jiwa. Tanpa ruh atau tanpa nyawa, tubuh/badan menjadi bangkai. Begitu pula Ibadah yang tidak disertai ruh ibarat bangkai. Sedangkan ibadah adalah hadiah seorang hamba kepada Tuhannya. Allah tidak memandang rupa lahir atau wajah ibadah kita. Allah memandang hati dan ruh kita.

Begitu juga puasa. Puasa tanpa roh, hanya dapat lapar dan dahaga saja. Allah tidak akan beri pahala. Tuhan tidak beri nilai. Apa mungkin kita akan menghadiahkan Allah bangkai. Mau memberi hadiah kepada manusia barang yang murah saja kita merasa bersalah, apalagi bangkai yang najis dan berulat. Tetapi itulah yang kita hadiahkan kepada Allah yang Maha Mulia.

Si hamba yang Maha Hina Dina ini menghadiahkan bangkai yang amat busuk kepada Tuhannya yang Maha Agung. Kemudian tidak merasa bersalah pula, karena ibadah tanpa ruh. Malah merasa kita telah beribadah. Kita sudah menunaikan tuntutan. Kita sudah merasa telah beramal. Kita merasa telah berbuat. Alangkah biadabnya kita. Tak pandai berperasaan terhadap Tuhan. Sedangkan Tuhan mau kita mengekalkan rasa diri hina, rasa diri hamba yang lemah, berdosa, serba kekurangan. Rasa ibadah kita tak sempurna. Entah diterima atau tidak olehNya.

Kita hendak meniru puasa Wali Allah, Kita nak puasa seperti puasa Abuya. Puasa Abuya adalah puasa rasa. Rasa hamba. Membawa perasaan seorang hamba dan kekal berperasaan begitu. Abuya rasa semua ibadahnya sepanjang Ramadhan tidak sah. Anehnya, semua ibadahnya sah, tapi Abuya rasakan ia tidak sah. Abuya terlalu merasa hamba
Rasa tak memberi apa-apa kepada Allah. Abuya rasa bersalah pada Tuhan. Sampai Abuya kata dalam nasyid : ‘Aku benci diriku ... Untuk mendapat puasa Abuya, kita kena dengar selalu nasyid ini.


Abuya rasa ibadahnya tak sah, Abuya rasa bersalah, rasa resah dan gelisah, rasa hilang bahagia. Abuya rasakan puasanya tak betul, tak layak diberi pada Allah. Sebab Abuya sangat kenal Allah. Abuya rasakan kualitas puasanya tak layak dengan keagungan Tuhan.

Hasilnya Abuya rasa takut sangat pada Allah. Setiap hari semakin kenal, semakin faham dan semakin takut kepada Allah. Namun dalam masa yang sama, rasa sayang dan cinta padaNya sebab Allah selalu memberi harapan padanya.
Ya Allah rezkikan kami puasa Abuya, puasa yang mampu melahirkan peribadi ‘Pemburu Akhirat’ yang kerananya Allah akan serahkan bumi ini padanya. Para sahabat kerana menjadi pemburu akhirat 3/4 dunia diIslamkan dan jadi milik Islam. Kita pula dijanjikan akan dapat Islamkan dunia seluruhnya di akhir zaman buat kali ke 2.

Di bulan Ramadhan yang Allah muliakan, bulan untuk bertaqwa, puasa buatkan kita makin takut dan cinta pada Allah. Puasa di bulan Ramadhan akan membuatkan seseorang bertambah lagi rasa hamba. Sebab apa? Sebab puasa itu adalah suatu perintah Allah sepertu sembahyang. Seseorang bila melakukannya, hasil sembahyang orang akan merasa hamba. Tenggelam dalam kebesaran Allah. Begitulah hasil puasa dengan melaksanakan pengorbanan, tidak makan minum, mujahadatunafs dll, manusia merasa apa yang dipersembahkan tak sepatutnya dibuat begitu. Dia sepatutnya dalam keadaan membesarkan Allah. Tetapi apa yang berlaku, dia selalu lalai.

Dalam puasa seseorang takut kepada Allah. Tapi selesai puasa hamba terduduk dan berkata, ini sajalah yang mampu aku buat, rasa bersalah, rasa sangat hamba, rasa takut kerana apalah yang Allah nak buat dengan puasa ni?!. Sama seperti sembahyang, diterima atau ditolak. Dilempar ke muka seperti kain buruk atau dijunjung penuh kemuliaan. Ke syurga atau ke neraka? Rasa perasaan tidak sempurna, lemahnya, hinanya. Begitulah Abuya, dia rasa memberikan sesuatu yg tidak sah, tidak layak sedangkan Allah Maha  Mulia.

Puasa Abuya yang hebat membentuk rasa hamba yang tinggi pada Abuya. Tapi dalam masa yang sama, Abuya rasa ia tidak sah. Itulah sumber rasa hamba. Ada membaca Al Quran, orang yang membaca merasa mendapat taqwa. Abuya rasa, dia baca dapat kelalaian. Rasa kurang ajar dengan Al Quran. Al Quran terlalu besar, terlalu hebat. Datang kepada Nabi yang Agung. Tapi datang kepada Abuya, pada Abuya seperti kera dapat bunga. Tak pandai menghargai Al Quran. Begitu juga sembahyang tarawih, bila selesai saja tarawih, Abuya rasa tak betul, tak guna, tak sah.

Gabungan seluruh rasa hamba dalam bulan Ramadhan akhirnya seorang hamba akan berteleku karena terlalu takut dan cinta pada Tuhannya. Rasa diperhatikan dan diawasi. Hidup tidak lagi bebas dari penglihatan Allah. Rasa tak pernah sendirian, karena rasa ada Allah, ada Rasul. Makin takut dan cintanya pada Allah melalui Ramadhannya. Itulah hatinya telah hijrah ke Akhirat.

Perasaan itu menjadikan dia sangat menginginkan berada bersama-sama dengan Allah dan orang-orang (Wali) Allah. Sedangkan mereka semua sudah berada di Akhirat. Berlakunya proses rasa hamba membawa kita ke Akhirat adalah karena mursyid berperanan pada roh. Dia akan terbawa ke akhirat karena semua yang ditakuti dan dirindui ada di Akhirat. Mari kita usaha sebelum sampai Akhirat kita dah mesra dengan Akhirat. Ramadhan ini kita cakap tentang puasa Abuya dan pemburu akhirat.

Rasa ingin bertemu Tuhan dan orang-orang Tuhan. Rasa berkeinginannya hendak bertemu Rasulullah tak putus-putus, sangat diidamkan, sangat hendak segera mati agar dapat bertemu Rasulullah, kekasihnya. Agar dapat melihat Allah, kemuncak segala nikmat.

Lihatlah para Sahabat, cinta dan rindu mereka pada Rasulullah membuatkan mereka teringat akhirat. Sahabat menangis merindui akhirat. Menunggu hari kematian penuh rindu kerana ada yg menunggu di sana iaitu Rasulullah saw. Rasulullah sedang menunggu-nunggu mereka.

Kalau dipupuk hati ini, nanti akan rasa rindu dan menangis untuk ke sana, lebih dari tangiskan dunia. Pupuk ibadah, pakej, selawat kita nanti kita akan menangis rindukan akhirat. Nanti bila sampai, kita akan berkata: ‘Ruginya, kenapa baru sekarang sampai, kenapa tak dari lama lagi….
Nabi Muhammad menunggu kita di sana, dengan pakaian, rumah, makanan, kenderaan dll yang ‘ma la ainun roat, wala uzunun sami’at, wa la khotoro ‘ala qalbi basyar’. tak kan tak rindu? Sahabat menangis nak ke sana…

Ya Allah, jadikan kami Pemburu Akhirat. Berilah kami subsidi roh di akhir Ramadhan ini. Layakkan kami menjadi orangMu. Amin…

Mix editer from Source: http://anjangmuor.wordpress.com/tag/puasa-abuya/

Friday, July 5, 2013

Menjadi seorang video editor bukanlah cita-citaku. Menjadi wartawan itulah cita-citaku sejak kecil. Makanya setiap ada media, baik tanah, kertas aku coret-coret. Berawal dari membaca sebuah buku tentang seorang wartawan yang berasal dari seorang loper koran. Karena ketekunan dan kerajinannya membuat kliping koran dan akhirnya ia mencoba menulis dan mengirimkan tulisan itu ke media cetak lokal. (Why not, i will try it now) Mengikuti kursus menulis artikel jarak jauh dari SMP lagi.

Life Review 

 Sejatinya aku adalah seorang mantri atau perawat. Lulusan SPK di lingkungan Departemen Kesehatan. Setelah SMP aku meneruskan ke SPK padahal di SMA setempat di daerahku juga sudah diterima. Dari SPK mencoba mencari pekerjaan ke ibukota, pesan para guru kalau meu berkembang dan maju ke Jakarta. Hidup di ibukota Jakarta ini adalah kesempatan kedua. sebab sempat dulu sekolah menengah pertama di Jakarta. Sempat kuliah di salah satu STIE di daerah Jakarta Timur. Namun akhirnya mundur karena berbagai alasan. Terutamanya krisis 98.

Bekerja sebagai Editor

Tidak semua orang suka bekerja di depan komputer berlama-lama. Aku seorang workacholic yang
bisa 24 jam bekerja di depan komputer. Padahal aku pernah anti (karena tidak tahu), tidak mau menyentuh komputer, karena pernah membuat file kerja word teman blank. Sampai kini misteri itu belum terjawab. Aku hanya menekan mouse berulang-ulang.

Mulai Belajar Komputer

Awal belajar komputer adalah ketika di suruh mencata data pasien, dan belajar mengetik dengan word. Dari word, belajar excel. Kemudian lihat teman membuat design dan setting kartu nama. Coba membuat kartu nama sendiri dan mengantar settingan ke percetakan print screen. Dari awal ketertarikan tersebut, terakhir melihat pengeditan video dan studio audio. Nah aku tertarik mengedit video. Bidang audio tidak seberapa tertarik, hanya sekedar tahu saja. Bidang video ini memang mengasyikkan.

Kepindahanku ke ranah minang dari bumi Melayu Riau, membuat aku berfikir dan berusaha mencoba berbagai usaha, jualan kaki lima di Pasar, buka percetakan dan seiring berjalannya waktu akhirnya minat menunjukkan ketertarikan bidang video editing. Berawal dari belajar mengedit ulang video pernikahan yang dipinjam dari teman dan mengeditnya kemudian memberikannya kembali kepada teman, ternyata dia suka, walau tidak seberapa bagus. Maklum komputer sangat jauh tertinggal. Waktu itu Pentium II. yang aku beli dari duit istri, sebagai modal usaha.

Singkat cerita akhirnya kubeli handycam, kemudian menawarkan paket shooting murah. Bisnis berkembang hingga terbeli kamera Panasonic MD 10000. Dalam kurun waktu 10 tahun 2 kamera besar terbeli, dan project terus berjalan.

Prospek Usaha Video Shooting

Jika ditekuni, bisnis ini lumayan cukup luar biasa. Kerja dua hari, gaji sebulan pegawai rendahan. Kerja butuh ketrampilan, namun tidak seperti kerja-kerja lain. dari pagi sampai sore harus ngantor. begitu setiap hari, minggu bulan, hingga bertahun-tahun.

Alasan lain kenapa aku memilih bisnis ini, aku lakukan di rumah. 2-3 hari ke lapangan, sisanya ngedit dilakukan di rumah. Dan ini adalah poin penting, aku bisa menjaga anak-anakku yang masih kecil-kecil. Untuk mereka aku ada di bumi minangkabau ini. untuk mereka aku ada di ranah. Nggak peduli gelar father in home, yang kurang mengenakkan itu, yang penting aku dapat income dan kebebasan waktu bersama anak-anak.

Biaya Hidup yang Semakin Mahal

Rupanya usaha begitu saja tidak cukup. Walaupun kerja sebentar gaji sebulan. namun terkadang ya 2 bulan tidak ada pemasukan. Sedangkan kita harus terus harus memenuhi kebutuhan harian. Solusinya mencari pekerjaan lain. Sejalan dengan usaha video shooting aku beli kamera foto DSLR. Ibaratnya sudah menambah satu cabang usaha lagi. Lumayan, namun bidang fotografi ini kurang lancar.

Aku coba mengembangkan bakat terpendamku sesuai dengan cita-cita kecilku sebagai wartawan. Aku mulai membuat blog, dan rajin menulis. Semoga menuju kesuksesan.  Simpel saja, masih duduk di depan komputer juga. Ketika selang waktu istirahat menunggu renderan video selesai, maka isi dengan menulis. Tidak lagi bersantai dan istirahat. Kecuali jika sudah benar-benar capek.

Akhirnya make money while blogging sudah kujalani. Lumayan lah, apalagi sekarang akun google AdSense sudah disetujui. Semakin rajin saja menulis, dan mencari peluang income online.

The Money from the Sky (Duit dari Langit)

Duit dari langit, itu istilahku saja. Karena internet itu melewati langit, dan aku bisa dapat duit. Pernah melakukan program PTC, hanya menghabiskan waktu tidak menentu, dan akhirnya situs PTC mati alias Scam.

AdSense dan affiliate ini semoga jalan lain kesuksesanku. Mengunduh duit dari langit, wah lumayan. Di samping bisnis lain yang kutitipkan di toko-toko, capek dan pegal-pegal habis ngedit atau lagi merender, pergi jalan-jalan nyapu duit, ngumpulin setoran. 


AdSense membuatku semakin rajin menulis. Yang berminat dibuatkan akun AdSense kirim aja nama dan alamat sesuai KTP, kirim ke 0823 9263 9500.

Make Money Blogging while Editing

Menjadi seorang video editor bukanlah cita-citaku. Menjadi wartawan itulah cita-citaku sejak kecil. Makanya setiap ada media, baik tanah, kertas aku coret-coret. Berawal dari membaca sebuah buku tentang seorang wartawan yang berasal dari seorang loper koran. Karena ketekunan dan kerajinannya membuat kliping koran dan akhirnya ia mencoba menulis dan mengirimkan tulisan itu ke media cetak lokal. (Why not, i will try it now) Mengikuti kursus menulis artikel jarak jauh dari SMP lagi.

Life Review 

 Sejatinya aku adalah seorang mantri atau perawat. Lulusan SPK di lingkungan Departemen Kesehatan. Setelah SMP aku meneruskan ke SPK padahal di SMA setempat di daerahku juga sudah diterima. Dari SPK mencoba mencari pekerjaan ke ibukota, pesan para guru kalau meu berkembang dan maju ke Jakarta. Hidup di ibukota Jakarta ini adalah kesempatan kedua. sebab sempat dulu sekolah menengah pertama di Jakarta. Sempat kuliah di salah satu STIE di daerah Jakarta Timur. Namun akhirnya mundur karena berbagai alasan. Terutamanya krisis 98.

Bekerja sebagai Editor

Tidak semua orang suka bekerja di depan komputer berlama-lama. Aku seorang workacholic yang
bisa 24 jam bekerja di depan komputer. Padahal aku pernah anti (karena tidak tahu), tidak mau menyentuh komputer, karena pernah membuat file kerja word teman blank. Sampai kini misteri itu belum terjawab. Aku hanya menekan mouse berulang-ulang.

Mulai Belajar Komputer

Awal belajar komputer adalah ketika di suruh mencata data pasien, dan belajar mengetik dengan word. Dari word, belajar excel. Kemudian lihat teman membuat design dan setting kartu nama. Coba membuat kartu nama sendiri dan mengantar settingan ke percetakan print screen. Dari awal ketertarikan tersebut, terakhir melihat pengeditan video dan studio audio. Nah aku tertarik mengedit video. Bidang audio tidak seberapa tertarik, hanya sekedar tahu saja. Bidang video ini memang mengasyikkan.

Kepindahanku ke ranah minang dari bumi Melayu Riau, membuat aku berfikir dan berusaha mencoba berbagai usaha, jualan kaki lima di Pasar, buka percetakan dan seiring berjalannya waktu akhirnya minat menunjukkan ketertarikan bidang video editing. Berawal dari belajar mengedit ulang video pernikahan yang dipinjam dari teman dan mengeditnya kemudian memberikannya kembali kepada teman, ternyata dia suka, walau tidak seberapa bagus. Maklum komputer sangat jauh tertinggal. Waktu itu Pentium II. yang aku beli dari duit istri, sebagai modal usaha.

Singkat cerita akhirnya kubeli handycam, kemudian menawarkan paket shooting murah. Bisnis berkembang hingga terbeli kamera Panasonic MD 10000. Dalam kurun waktu 10 tahun 2 kamera besar terbeli, dan project terus berjalan.

Prospek Usaha Video Shooting

Jika ditekuni, bisnis ini lumayan cukup luar biasa. Kerja dua hari, gaji sebulan pegawai rendahan. Kerja butuh ketrampilan, namun tidak seperti kerja-kerja lain. dari pagi sampai sore harus ngantor. begitu setiap hari, minggu bulan, hingga bertahun-tahun.

Alasan lain kenapa aku memilih bisnis ini, aku lakukan di rumah. 2-3 hari ke lapangan, sisanya ngedit dilakukan di rumah. Dan ini adalah poin penting, aku bisa menjaga anak-anakku yang masih kecil-kecil. Untuk mereka aku ada di bumi minangkabau ini. untuk mereka aku ada di ranah. Nggak peduli gelar father in home, yang kurang mengenakkan itu, yang penting aku dapat income dan kebebasan waktu bersama anak-anak.

Biaya Hidup yang Semakin Mahal

Rupanya usaha begitu saja tidak cukup. Walaupun kerja sebentar gaji sebulan. namun terkadang ya 2 bulan tidak ada pemasukan. Sedangkan kita harus terus harus memenuhi kebutuhan harian. Solusinya mencari pekerjaan lain. Sejalan dengan usaha video shooting aku beli kamera foto DSLR. Ibaratnya sudah menambah satu cabang usaha lagi. Lumayan, namun bidang fotografi ini kurang lancar.

Aku coba mengembangkan bakat terpendamku sesuai dengan cita-cita kecilku sebagai wartawan. Aku mulai membuat blog, dan rajin menulis. Semoga menuju kesuksesan.  Simpel saja, masih duduk di depan komputer juga. Ketika selang waktu istirahat menunggu renderan video selesai, maka isi dengan menulis. Tidak lagi bersantai dan istirahat. Kecuali jika sudah benar-benar capek.

Akhirnya make money while blogging sudah kujalani. Lumayan lah, apalagi sekarang akun google AdSense sudah disetujui. Semakin rajin saja menulis, dan mencari peluang income online.

The Money from the Sky (Duit dari Langit)

Duit dari langit, itu istilahku saja. Karena internet itu melewati langit, dan aku bisa dapat duit. Pernah melakukan program PTC, hanya menghabiskan waktu tidak menentu, dan akhirnya situs PTC mati alias Scam.

AdSense dan affiliate ini semoga jalan lain kesuksesanku. Mengunduh duit dari langit, wah lumayan. Di samping bisnis lain yang kutitipkan di toko-toko, capek dan pegal-pegal habis ngedit atau lagi merender, pergi jalan-jalan nyapu duit, ngumpulin setoran. 


AdSense membuatku semakin rajin menulis. Yang berminat dibuatkan akun AdSense kirim aja nama dan alamat sesuai KTP, kirim ke 0823 9263 9500.

Belajar dari Mesir, kejadian kudeta yang dalam satu dekade ini melakukan penggantian presiden.
Kehancuran negara dimulai dengan kehancuran masyarakat
Kehancuran masyarakat dimulai dengan kehancuran rumah tangga
Kehancuran rumah tangga dimulai dari kehancuran individu bernama suami, istri dan anak-anak
Kehancuran moral seseorang secara individu tidak terjadi dalam waktu yang singkat, ia berproses dalam masa dan jangka yang panjang. Bahkan bisa jadi lebih panjang dari umurnya sendiri. Artinya kerusakan satu generasi itu telah dirancang ratusan tahun sebelumnya, bukan dalam waktu yang singkat.

Di antara penyebab kerusakan moral adalah, media cetak, elektronik. Bacaan untuk dewasa dikonsumsi anak-anak. Cerita Hot, Novel sejenis Enny Errow pada tahun 70-80 an dibaca remaja yang usianya belum masuk 18 + atau belum masuk alam rumah tangga. Ketika setelah berumah tangga, memori erotis tersimpan di alam bawak sadar hasil bacaan dan perilaku pergaulan bebas, perselingkuhan, bukan saja suami, istri pun sama-sama selingkuh. Mungkin tidak langsung keluar bereaksi, namun ketika ada masalah dalam kehidupan rumah tangganya maka memori alam bawah sadar itu muncul dan menjadi sumber pemicu timbulnya berbagai masalah yang banyak terjadi pada masyarakat hari ini. Dan ironisnya keadaan itu sudah menjadi budaya tetapi tidak lagi dianggap aib.

Kasus perceraian Krisdayanti dengan Anang, dan perselingkuhan dan perhubungan dengan selingkuhannya, padahal ketika itu dia sudah menikah. Kasus Ariel "Noah" lebih parah lagi, walaupun videonya bukan dia yang upload, namun apa masih punya muka untuk eksis di tengah masyarakat. Media juga sangat besar saham/peranannya dalam hal ini, dengan mempromosikan orang-orang yang sudah jelas bersalah dan perusak moral.

Dengan publisitas secara massal, sehingga Opini masyarakat jadi rusak dan "lupa" akan kejadian kesalahannya dan mengganggap biasa kejadian dan kelakuan mereka tersebut. Malah mendapat dukungan dan pembelaan dari orang-orang yang sudah sama-sama rusak moralnya. Padahal itu adalah sumber kehancuran dan kerusakan masyarakat dan bangsa secara perlahan, namun menunggu "bom" waktu kehancurannya.

Di negara barat saja yang notabenenya negara sekuler dan bebas saja namun ketika seseorang terbukti bersalah akan sangat memperhatikan hal ini. Maka mereka akan melepaskan segala atribut dan mengundurkan diri dari jabatan yang disandangnya. Bukannya bersikap "innocent" dan tak ada lagi rasa bersalah dan malu. Satu pertanda sudah parahnya tingkat kerusakannya.

Antara Kehancuran Rumah Tangga dan Kehancuran Negara

Belajar dari Mesir, kejadian kudeta yang dalam satu dekade ini melakukan penggantian presiden.
Kehancuran negara dimulai dengan kehancuran masyarakat
Kehancuran masyarakat dimulai dengan kehancuran rumah tangga
Kehancuran rumah tangga dimulai dari kehancuran individu bernama suami, istri dan anak-anak
Kehancuran moral seseorang secara individu tidak terjadi dalam waktu yang singkat, ia berproses dalam masa dan jangka yang panjang. Bahkan bisa jadi lebih panjang dari umurnya sendiri. Artinya kerusakan satu generasi itu telah dirancang ratusan tahun sebelumnya, bukan dalam waktu yang singkat.

Di antara penyebab kerusakan moral adalah, media cetak, elektronik. Bacaan untuk dewasa dikonsumsi anak-anak. Cerita Hot, Novel sejenis Enny Errow pada tahun 70-80 an dibaca remaja yang usianya belum masuk 18 + atau belum masuk alam rumah tangga. Ketika setelah berumah tangga, memori erotis tersimpan di alam bawak sadar hasil bacaan dan perilaku pergaulan bebas, perselingkuhan, bukan saja suami, istri pun sama-sama selingkuh. Mungkin tidak langsung keluar bereaksi, namun ketika ada masalah dalam kehidupan rumah tangganya maka memori alam bawah sadar itu muncul dan menjadi sumber pemicu timbulnya berbagai masalah yang banyak terjadi pada masyarakat hari ini. Dan ironisnya keadaan itu sudah menjadi budaya tetapi tidak lagi dianggap aib.

Kasus perceraian Krisdayanti dengan Anang, dan perselingkuhan dan perhubungan dengan selingkuhannya, padahal ketika itu dia sudah menikah. Kasus Ariel "Noah" lebih parah lagi, walaupun videonya bukan dia yang upload, namun apa masih punya muka untuk eksis di tengah masyarakat. Media juga sangat besar saham/peranannya dalam hal ini, dengan mempromosikan orang-orang yang sudah jelas bersalah dan perusak moral.

Dengan publisitas secara massal, sehingga Opini masyarakat jadi rusak dan "lupa" akan kejadian kesalahannya dan mengganggap biasa kejadian dan kelakuan mereka tersebut. Malah mendapat dukungan dan pembelaan dari orang-orang yang sudah sama-sama rusak moralnya. Padahal itu adalah sumber kehancuran dan kerusakan masyarakat dan bangsa secara perlahan, namun menunggu "bom" waktu kehancurannya.

Di negara barat saja yang notabenenya negara sekuler dan bebas saja namun ketika seseorang terbukti bersalah akan sangat memperhatikan hal ini. Maka mereka akan melepaskan segala atribut dan mengundurkan diri dari jabatan yang disandangnya. Bukannya bersikap "innocent" dan tak ada lagi rasa bersalah dan malu. Satu pertanda sudah parahnya tingkat kerusakannya.

Thursday, July 4, 2013

Kembali terdengar kabar Aceh dilanda Gempa. Gempa Aceh 26 Desember 2004 masih belum hilang dalam ingatan. terlebih bagi orang yang tinggal dan berada sekitar pantai, dan sesekali dihenyak gempa. Bumi Rencong Aceh kembali dilanda bencana. Beberapa hari sebelumnya terdengar kabar masih ada konflik yang muncul di Aceh. Masih ada pihak-pihak yang tidak berpuas hati. Siapa pun itu marilah kita berfikir jernih, hentikan konflik atas apapun alasannya dan dimana pun daerahnya.

Sekitar tahun 2008 penulis bekrunjung ke Aceh. Aceh kini seolah menjadi negeri 'baru' pasca Tsunami. Semoga bumi itu dan belahan bumi lainya, tidak lagi dilanda tsunami, berharap semoga tidak ada lagi tsunami, dimana pun. Namun sayang, semilyar sayang, di tengah meriahnya pembangunan Aceh sebagai suatu bangsa yang 'baru', masih ada lagi orang-orang 'lama' yang tidak bersedia mengubah sikap, sifat dan cara berfikirnya.

Stop konflik. Sudah cukup selama ini kita menderita dengan konflik yang berkepanjangan. Berhentilah bertengkar, kita bukan anak-anak kali. Kalau masih juga suka bertengkar, tandanya jiwa kita masih kekanak-kanakan. Jangan sampai pihak ketiga mengambil peluang untuk memperkeruh suasana. Kalau sudah demikian kedua belah pihak akan merasakan kerugian dan penyesalan di waktu itu tiada arti.

Selalu ada pihak ketiga yang tidak suka kehidupan manusia ini aman dan tentram. Konflik-konflik yang ada di belah dunia sangat sulit untuk dilerai, dan didamaikan, karena nafsu sudah menguasai jiwa dan fikiran, hingga mengambil alih kekuasaan hati dalam memerintah fikiran dan aktivitas seluruh anggota tubuh. Pihak ketiga itu bisa saja manusia yang berwatak hewan dan setan, dan bahkan setan itu sendiri. Ingat sumpahnya untuk menggelincirkan anak cucu Adam. 

Gempa Aceh - Hentikan Konflik

Kembali terdengar kabar Aceh dilanda Gempa. Gempa Aceh 26 Desember 2004 masih belum hilang dalam ingatan. terlebih bagi orang yang tinggal dan berada sekitar pantai, dan sesekali dihenyak gempa. Bumi Rencong Aceh kembali dilanda bencana. Beberapa hari sebelumnya terdengar kabar masih ada konflik yang muncul di Aceh. Masih ada pihak-pihak yang tidak berpuas hati. Siapa pun itu marilah kita berfikir jernih, hentikan konflik atas apapun alasannya dan dimana pun daerahnya.

Sekitar tahun 2008 penulis bekrunjung ke Aceh. Aceh kini seolah menjadi negeri 'baru' pasca Tsunami. Semoga bumi itu dan belahan bumi lainya, tidak lagi dilanda tsunami, berharap semoga tidak ada lagi tsunami, dimana pun. Namun sayang, semilyar sayang, di tengah meriahnya pembangunan Aceh sebagai suatu bangsa yang 'baru', masih ada lagi orang-orang 'lama' yang tidak bersedia mengubah sikap, sifat dan cara berfikirnya.

Stop konflik. Sudah cukup selama ini kita menderita dengan konflik yang berkepanjangan. Berhentilah bertengkar, kita bukan anak-anak kali. Kalau masih juga suka bertengkar, tandanya jiwa kita masih kekanak-kanakan. Jangan sampai pihak ketiga mengambil peluang untuk memperkeruh suasana. Kalau sudah demikian kedua belah pihak akan merasakan kerugian dan penyesalan di waktu itu tiada arti.

Selalu ada pihak ketiga yang tidak suka kehidupan manusia ini aman dan tentram. Konflik-konflik yang ada di belah dunia sangat sulit untuk dilerai, dan didamaikan, karena nafsu sudah menguasai jiwa dan fikiran, hingga mengambil alih kekuasaan hati dalam memerintah fikiran dan aktivitas seluruh anggota tubuh. Pihak ketiga itu bisa saja manusia yang berwatak hewan dan setan, dan bahkan setan itu sendiri. Ingat sumpahnya untuk menggelincirkan anak cucu Adam. 

Pages

Poll

What's Trending in Videoism

Total Pageviews

Powered by Blogger.

PLAY THIS

© 2013 RSA TV. Powered by Blogger.
Blogger Template by Bloggertheme9
back to top