Latest Posts
Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Monday, July 22, 2013

Ilistrasi Tempo, suasana kemacetan pemudik di Merak menuju ke Sumatra
Setiap setahun sekali, para perantau menjenguk kota-kota asal kelahiran masing-masing sebagai obat kerinduan mereka dalam perantauan selama setahun yang dilewati. Tak terkecuali perantau-perantau asal Padang alias ranah Minangkabau. Tak Ayal lagi, hampir semua perantau dari seluruh penjuru dunia kembali ke kampung kelahirannya. Terlebih sekali kota Bukittinggi, yang sering dikunjungi pemudik-pemudik dari berbagai kota di sekitarnya yang juga pulang kampung.

Bukittinggi pernah menjadi ibukota Sementara Indonesia

Setiap tahunnya kota Bukittinggi terus dipadati pemudik dari berbagai kota di tanah air, bahkan dari negara-negara di belahan dunia lainnya. Kondisi ini seringkali membuat macet jalan dari dan ke arah Bukittinggi khususnya dan jalur-jalur keluar dan masuk ke arahnya. Kota-kota lain di sekitarnya terjadi juga kemacetan, tapi tidak separah dan tidak sepadat di Bukittinggi. Kemacetan yang terjadi meningkat di setiap tahunnya. Boleh jadi perjalanan yang biasa bisa ditempuh dalam 2 jam. bisa 10 jam atau lebih. Seperti dari Bukittinggi menuju Padang.

Oleh sebab itu buat para pemudik, harap bersiap-siap menerima kenyataan ini. Jika masih bisa ditunda, ya sebaiknya ditunda ke hari-hari selain hari raya atau lebaran. Namun jika terpaksa siapkan kendaraan yang akan dibawa, juga termasuk bekal-bekal darurat untuk jaga-jaga dari segala kemungkinan yang mungkin berlaku.

Orang Minang Saudagarnya Indonesia

Orang Minang atau orang Padang Para perantau minang cukup mendominasi perekonomian di negeri kita. Hampir di setiap pelosok daerah atau kota-kota besar, ada pedagang asal minangkabau. Wajar saja, jika terjadi kemacetan di tempat-tempat mereka berjualan, seperti di Blok A Tanah Abang, banyak sekali pedagang orang "padang" alias asal minang. Hebatnya. Tapi kerap kali dan tidak sedikit pula sering membuat jalanan macet, karena para pedagang membuka lapaknya hingga ke tengah atau badan jalan. Coba saja perhatikan pasar-pasar seperti Tanan Abang, bahkan di pasaraya Padang sendiri memang terlalu semrawut dan seolah tidak bisa ditertibkan. peraturan tinggal peraturan. Pedagang buat aturan sendiri, tidak seperti di Malaysia.

Contohlah negara Malaysia dalam berbagai hal

Malaysia adalah negara yang patut dicontoh dalam berbagai hal terutama dari segi mengatur para Pedagang. Para pedagang, mayoritas taat dan mudah diatur. Sekecil apapun pedagang ada lisensi (surat izin, Lisence berniaga). dan rata-rata tertib, dan mudah diatur. Mau diatur dan mudah ditempatkan. Dari segi penataan kota, jalan dan pasar, negara ini memang benar-benar patut dicontoh. Kalau nggak percaya datang aja ke sana. Padahal di negara sana juga banyak pedagang asal minang lho.

Liburan Lebaran Idul Fitri di Bukittinggi

Ilistrasi Tempo, suasana kemacetan pemudik di Merak menuju ke Sumatra
Setiap setahun sekali, para perantau menjenguk kota-kota asal kelahiran masing-masing sebagai obat kerinduan mereka dalam perantauan selama setahun yang dilewati. Tak terkecuali perantau-perantau asal Padang alias ranah Minangkabau. Tak Ayal lagi, hampir semua perantau dari seluruh penjuru dunia kembali ke kampung kelahirannya. Terlebih sekali kota Bukittinggi, yang sering dikunjungi pemudik-pemudik dari berbagai kota di sekitarnya yang juga pulang kampung.

Bukittinggi pernah menjadi ibukota Sementara Indonesia

Setiap tahunnya kota Bukittinggi terus dipadati pemudik dari berbagai kota di tanah air, bahkan dari negara-negara di belahan dunia lainnya. Kondisi ini seringkali membuat macet jalan dari dan ke arah Bukittinggi khususnya dan jalur-jalur keluar dan masuk ke arahnya. Kota-kota lain di sekitarnya terjadi juga kemacetan, tapi tidak separah dan tidak sepadat di Bukittinggi. Kemacetan yang terjadi meningkat di setiap tahunnya. Boleh jadi perjalanan yang biasa bisa ditempuh dalam 2 jam. bisa 10 jam atau lebih. Seperti dari Bukittinggi menuju Padang.

Oleh sebab itu buat para pemudik, harap bersiap-siap menerima kenyataan ini. Jika masih bisa ditunda, ya sebaiknya ditunda ke hari-hari selain hari raya atau lebaran. Namun jika terpaksa siapkan kendaraan yang akan dibawa, juga termasuk bekal-bekal darurat untuk jaga-jaga dari segala kemungkinan yang mungkin berlaku.

Orang Minang Saudagarnya Indonesia

Orang Minang atau orang Padang Para perantau minang cukup mendominasi perekonomian di negeri kita. Hampir di setiap pelosok daerah atau kota-kota besar, ada pedagang asal minangkabau. Wajar saja, jika terjadi kemacetan di tempat-tempat mereka berjualan, seperti di Blok A Tanah Abang, banyak sekali pedagang orang "padang" alias asal minang. Hebatnya. Tapi kerap kali dan tidak sedikit pula sering membuat jalanan macet, karena para pedagang membuka lapaknya hingga ke tengah atau badan jalan. Coba saja perhatikan pasar-pasar seperti Tanan Abang, bahkan di pasaraya Padang sendiri memang terlalu semrawut dan seolah tidak bisa ditertibkan. peraturan tinggal peraturan. Pedagang buat aturan sendiri, tidak seperti di Malaysia.

Contohlah negara Malaysia dalam berbagai hal

Malaysia adalah negara yang patut dicontoh dalam berbagai hal terutama dari segi mengatur para Pedagang. Para pedagang, mayoritas taat dan mudah diatur. Sekecil apapun pedagang ada lisensi (surat izin, Lisence berniaga). dan rata-rata tertib, dan mudah diatur. Mau diatur dan mudah ditempatkan. Dari segi penataan kota, jalan dan pasar, negara ini memang benar-benar patut dicontoh. Kalau nggak percaya datang aja ke sana. Padahal di negara sana juga banyak pedagang asal minang lho.

Tuesday, July 16, 2013

Seiring pesatnya perkembangan zaman, serta tingginya mobilitas masyarakat yang sering bepergian, baik sekedar jalan-jalan atau liburan maupun kepergian penting dan darurat, seperti mengunjungi sanak kerabat yang kena musibah atau meninggal. Keperluan dan pencarian tiket murah sudah menjadi kebutuhan harian.

Tipa buat anda yang sering bepergian, punya teman, saudara, kerabat yang sering bepergian, kenapa tidak terfikir untuk berhemat dan membuka satu peluang usaha baru walaupun tidak semestinya kita yang menjalankan, artinya kita bisa membayar/menggaji karyawan, bisa juga membantu kerabat keluarga sendiri. Lumayan kan walau cuma 10-20 ribu/tiket, berhemat, bahkan kalau sering-sering bepergian kenapa tidak mencoba mengurus dan membuka usaha tiketing pesawat sendiri. Selain dapat mencover keperluan dan kebutuhan kita sendiri, atau sanak keluarga, teman, tetangga, bahkan dapat membuka jaringan yang lebih luas lagi, mengapa tidak membuka usaha penjualan tiket pesawat sekalian. Baik itu digabung dengan usaha lain yang sejenisnya, seperti tour travel dengan paket-paket wisatanya, rental mobil, antar jemput bandara, loket pembayaran online, penyediaan oleh-oleh khas daerah dan usaha-usaha sejenis lainnya yang berkaitan. Lumayan kan duit 10-20ribu/tiket. Terjual satu hari satu tiket saja sebulan sudah 300-900 ribuan.

Review Usaha Tiket Online

Usaha penjualan tiket secara online ditinjau dari modal, anggaran dan prospek pengembangannya dapat dikatagorikan ke dalam 3 jenis:

1. Modal Rp 3.750.000,- ke atas

Ini yang kebanyakan dan umum berlaku di Indonesia, hampir merata di beberapa daerah, membuka sistem keagenan dengan biaya setara. Baik itu satu usaha yang berdiri sendiri, maupun digabung dengan usaha-usaha lainnya seperti disebutkan di atas. Usaha jenis ini cocok untuk yang serius dan benar-benar fokus ingin menjalankan usaha tiket pesawat dan berniat mengembangkannya ke skala usaha yang lebih besar. Namun modal segitu terlalu besar kalau usaha dilakukan sambilan dan santai dari rumah. Bisnis yang tidak fokus biasanya hasilnya kurang memuaskan. Kalau tidak fokus returnya atau kembalinya investasi lambat bahkan tidak sama sekali. Lumayan kan duit Rp 3,750 juta buat yang serius mau bisnis, bisa dipakai untuk membuka bisnis yang lain. Yang serius saja tidak banyak yang berhasil, apalagi yang sambilan dan santai.

2. Modal di bawah Rp 1.000.000,-

Untuk yang ingin serius memuka usaha tiketing usaha jenis ini bisaa dijalankan. Dengan modal Rp 1.000.000,- ke bawah sudah dapat menjalankan usaha. Sistem keagenan minimal deposit 500.000,- tersedia untuk memesan tiket pesawat secara online. dan pembayaran menggunakan deposit yang ada. Sistem yang ini juga dapat memungkinkan menggunakan deposit untuk pembayaran/pelayanan online lainnya seperti PLN, token listrik, Telkom, Pulsa, PAM, Finance, seperti Adira dlsb, Hebat kan cukup satu deposit untuk keperluan pembayaran apa aja.

3. Modal 150 rebuan

System ini sangat hebat dengan modal hanya 150 rebu, namun memungkinkan kita dapat duit (profit sharing atau pembagian keuntungan) yang lumayan walaupun bahkan tanpa menjual langsung tiket tersebut. Sistem ini cocok buat mereka yang suka bepergian, ingin mengurus dan membuka usaha tiket sendiri, namun punya modal terbatas, sekaligus ingin meraup keuntungan yang lebih dari sistem ini walaupun sambil santai bahkan tidak bekerja sekalipun. Sistem ini cukup mudah, tidak perlu deposit, pembayaran tiket hanya akan perlu dibayar sesuai nominal yang dipesan dari maskapai. Jadi bayar ketika beli tiket saja. Simpel tapi luar biasa. KABAR GEMBIRAnya sistem ini juga sudah dapat melayani pemesanan TIKET KERETA APO ONLINE. SO nunggu apa lagi?

Dari kesemua jenis usaha tiket yang beda-beda modalnya, silahkan pilih mana yang dirasa nyaman dan sesuai anggaran (isi kantong). Sambil menyelam minum air. Sambil bepergian buka usaha tiket sendiri, lebih memuaskan. Syukur-syukur dapat mengembangkan menjadi usaha yang lebih besar. Semoga bermanfaat.


Peluang Bisnis Tiket Pesawat

Cari Tiket Pesawat Murah?

Seiring pesatnya perkembangan zaman, serta tingginya mobilitas masyarakat yang sering bepergian, baik sekedar jalan-jalan atau liburan maupun kepergian penting dan darurat, seperti mengunjungi sanak kerabat yang kena musibah atau meninggal. Keperluan dan pencarian tiket murah sudah menjadi kebutuhan harian.

Tipa buat anda yang sering bepergian, punya teman, saudara, kerabat yang sering bepergian, kenapa tidak terfikir untuk berhemat dan membuka satu peluang usaha baru walaupun tidak semestinya kita yang menjalankan, artinya kita bisa membayar/menggaji karyawan, bisa juga membantu kerabat keluarga sendiri. Lumayan kan walau cuma 10-20 ribu/tiket, berhemat, bahkan kalau sering-sering bepergian kenapa tidak mencoba mengurus dan membuka usaha tiketing pesawat sendiri. Selain dapat mencover keperluan dan kebutuhan kita sendiri, atau sanak keluarga, teman, tetangga, bahkan dapat membuka jaringan yang lebih luas lagi, mengapa tidak membuka usaha penjualan tiket pesawat sekalian. Baik itu digabung dengan usaha lain yang sejenisnya, seperti tour travel dengan paket-paket wisatanya, rental mobil, antar jemput bandara, loket pembayaran online, penyediaan oleh-oleh khas daerah dan usaha-usaha sejenis lainnya yang berkaitan. Lumayan kan duit 10-20ribu/tiket. Terjual satu hari satu tiket saja sebulan sudah 300-900 ribuan.

Review Usaha Tiket Online

Usaha penjualan tiket secara online ditinjau dari modal, anggaran dan prospek pengembangannya dapat dikatagorikan ke dalam 3 jenis:

1. Modal Rp 3.750.000,- ke atas

Ini yang kebanyakan dan umum berlaku di Indonesia, hampir merata di beberapa daerah, membuka sistem keagenan dengan biaya setara. Baik itu satu usaha yang berdiri sendiri, maupun digabung dengan usaha-usaha lainnya seperti disebutkan di atas. Usaha jenis ini cocok untuk yang serius dan benar-benar fokus ingin menjalankan usaha tiket pesawat dan berniat mengembangkannya ke skala usaha yang lebih besar. Namun modal segitu terlalu besar kalau usaha dilakukan sambilan dan santai dari rumah. Bisnis yang tidak fokus biasanya hasilnya kurang memuaskan. Kalau tidak fokus returnya atau kembalinya investasi lambat bahkan tidak sama sekali. Lumayan kan duit Rp 3,750 juta buat yang serius mau bisnis, bisa dipakai untuk membuka bisnis yang lain. Yang serius saja tidak banyak yang berhasil, apalagi yang sambilan dan santai.

2. Modal di bawah Rp 1.000.000,-

Untuk yang ingin serius memuka usaha tiketing usaha jenis ini bisaa dijalankan. Dengan modal Rp 1.000.000,- ke bawah sudah dapat menjalankan usaha. Sistem keagenan minimal deposit 500.000,- tersedia untuk memesan tiket pesawat secara online. dan pembayaran menggunakan deposit yang ada. Sistem yang ini juga dapat memungkinkan menggunakan deposit untuk pembayaran/pelayanan online lainnya seperti PLN, token listrik, Telkom, Pulsa, PAM, Finance, seperti Adira dlsb, Hebat kan cukup satu deposit untuk keperluan pembayaran apa aja.

3. Modal 150 rebuan

System ini sangat hebat dengan modal hanya 150 rebu, namun memungkinkan kita dapat duit (profit sharing atau pembagian keuntungan) yang lumayan walaupun bahkan tanpa menjual langsung tiket tersebut. Sistem ini cocok buat mereka yang suka bepergian, ingin mengurus dan membuka usaha tiket sendiri, namun punya modal terbatas, sekaligus ingin meraup keuntungan yang lebih dari sistem ini walaupun sambil santai bahkan tidak bekerja sekalipun. Sistem ini cukup mudah, tidak perlu deposit, pembayaran tiket hanya akan perlu dibayar sesuai nominal yang dipesan dari maskapai. Jadi bayar ketika beli tiket saja. Simpel tapi luar biasa. KABAR GEMBIRAnya sistem ini juga sudah dapat melayani pemesanan TIKET KERETA APO ONLINE. SO nunggu apa lagi?

Dari kesemua jenis usaha tiket yang beda-beda modalnya, silahkan pilih mana yang dirasa nyaman dan sesuai anggaran (isi kantong). Sambil menyelam minum air. Sambil bepergian buka usaha tiket sendiri, lebih memuaskan. Syukur-syukur dapat mengembangkan menjadi usaha yang lebih besar. Semoga bermanfaat.


Peluang Bisnis Tiket Pesawat

Pages

Poll

What's Trending in Videoism

Total Pageviews

Powered by Blogger.

PLAY THIS

© 2013 RSA TV. Powered by Blogger.
Blogger Template by Bloggertheme9
back to top